Brainstorming dalam mengembangkan IDE BISNIS dalam kondisi PADEMI di BALI



Sebelum senam pikiran, kita harus kumpulkan data masalah dari umkm terlebih yaitu : presentase UKM menurut jenis kendala usaha di bali dulu ya :

Kendala Pemasaran menjadi faktor yang sangat penting dalam menunjang daya saing suatu produk, ini ditunjukan kedala pemasaran hampir mencapai 42 % bagi pelaku UMKM di bali. Kurangnya pengetahuan pelaku UMKM mengenai jaringan pemasaran dan distribusi mengakibatkan banyak pelaku UMKM di pedesaaan dengan skala industri rumahan menjadi kebingungan saat produksi yang di hasilkan tidak sebanding dengan penjualan. Nah...... udah mulai terpikirkan kan, dari paragraf pertama kita bisa menemukan sebuah Ide Bisnis dari masalah Pemasaran dan Distribusi produk insdustri rumahan. 


Kita bahas secara sederhana: 

Kendala Pemasaran  :  produksi industri rumahan  > daya beli masyarakat disekitarnya.

Kendala Distribusi    : industri rumahan tidak bisa dijangkau seluruh logistik / transportasi 

                                     online / jasa kurir.


Nah ... PR kamu mencari industri rumahan tersebut, mereka banyak dan tidak terdeteksi oleh semua radar perusahaan besar 😎. Jumlah Usaha Kecil > Usaha Menengah > Usaha Besar = UMKM jauh lebih banyak dari Usahan Besar. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah(UMKM) memiliki peranan penting dalam perekonomian.


@wisatawirausaha

Industrialisasi 4.0 (#covid19) menuntut perubahan besar dalam tatanan berbinis, baik menengah-besar / menengah-kecil, sehingga diperlukan inovasi sistem informasi agar membantu peningkatan daya saing UMKM pedesaan (khususnya).


@wisatawirausaha

Kita sudah dapat dua informasi penting dalam memulai sebuah ide bisnis:

1. Data

2. Motivasi / Minat / Kegigihan

3. ??????


Ketiganya (3) : Teknik yang cocok dalam membuat suatu rancangan ide bisnis, jadi rekomendasi  saya yaitu:  brainstorming, nah bagi kalian yang tidak paham dengan teknik ini, istilah di singkatnya badai otak kwkwkwkw😂. 

Menurut Sallis (2015) brainstorming adalah sebuah alat ideal TQM (Total Quality Management) yang merupakan pendekatan praktis, tetapi strategis menjalankan roda organisasi yang memfokuskan diri dalam mengembangkan ide-ide atau isu-isu secara cepat. Hal ini mencakup pencatatan gagasan-gagasan yang terjadi spontan dengan cara tidak menghakimi dalam curah gagasan (Brainstorming). Brainstorming tidak memberikan penilaian terhadap situasi secara objektif.

Brainstorming merupakan proses dalam menggali banyak isu-isu ataupun gagasan-gagasan pada aktivitas organisasi. Pendekatan metode brainstorming disetiap tahapan-tahapan dalam menggali isu-isu atau permasalah yang berkaitan dengan ide bisnis.

  • Pemberian Informasi : menjelaskan latar belakang permasalahan yang menyangkut tentang kendala-kendala.
  • Identifikasi : mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan kendala-kendala yang dihadapi
  • Klasifikasi : setelah dapat mengidentifikasi masalah yang diberikan, kemudian mengklasifikasikan permasalahan berdasarkan kriteria yang disepakati agar memaksimalkan fokus permasalahan dengan ditentukan beberapa indikator sebagai materi pokok 
  • Verifikasi : mengadakan diskusi secara bersama untuk meninjau kembali sumbang saran yang telah diidentifikasi dan diklasifikasikan (bisa bersama tim kerja atau teman)
  • Konkulsi : menyimpulkan dan menyampaikan butir-butir permasalahan

 nah...  tiga (3) + 2) = lima  trik untuk menjalankan metode Brainstorming, play musik - gas motor - bawa AT (alat tulis), nah coba cari deh disekitar isu-isu yang tepat dan sesuai dengan keadaan sekeliling anda. nah bagi kalian yang sudah terbiasa menggunakannya pasti akan langsung mengalir gitu aja di otak.... kwkwkwkw😉


"Ide yang sukses ketika permasalahan bisa di carikan solusi"


MAU tau kisah sukses inpiratif dari Usaha Kecil dan Menengah

yuk kunjungi channel youtube kami @wisatawirausaha

Instagram : @wisatawirausaha


mau tau tampil percaya diri di depan UMUM

cara tercepat atasi DEMAM PANGGUNG

@wisatawirausaha



Komentar

Postingan Populer